Jambi Province covers an area of 49,026.576 km2 and shares borders with Riau, South Sumatera, West Sumatera, and Bengkulu Provinces. It is home to over three million people. The electricity needs of the province are supported by PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) as the state-owned electricity company through an electricity system that is connected to the Sumbangselteng interconnection system via a 150 kV transmission line.

In addition, Jambi is also known as one of the provinces that has large coal reserves, this is evidenced by the large number of coal mining concessions there. Every year it always gets a production quota from the Ministry of Energy and Mineral Resources (MEMR) with a large enough amount, in 2023 reaching 36,5 million tonnes. On average, this coal is distributed outside Jambi provinces to fulfill the supply demand for coal-fired power plants to industrial needs.

Now the impact of coal is not only felt on the upstream and downstream sides of use, new problems arise on the coal distribution side, especially those that occur in Jambi. Coal transportation activities cause problems, including the presence of trucks that pass by using provincial roads, which have triggered traffic jams every day. In addition, trucks loaded with tens of tonnes threaten the safety of other drivers because they have to share the road. There was even a “horror” traffic jam for 22 hours that resulted in a patient dying in an ambulance.

Kini dampak batubara tidak hanya dirasakan di sisi hulu maupun hilir dari penggunaan, timbul permasalahan baru di sisi distribusi batubara khususnya yang terjadi di Jambi. Aktivitas pengangkutan batubara menimbulkan permasalahan antara lain, keberadaan truk yang lalu lalang menggunakan jalan provinsi telah memicu kemacetan setiap hari. Selain itu truk yang bermuatan puluhan ton ini mengancam keamanan pengendara lainnya karena harus berbagi jalan. Bahkan pernah terjadi kemacetan “horor” selama 22 jam yang mengakibatkan seorang pasien meninggal dunia di dalam ambulans.

Terdapat sebuah rencana pembangunan PLTU muluk tambang (MT) di Jambi. Definisi PLTU MT adalah PLTU yang memiliki sumber batubara di dekatnya berjarak 20 kilometer dari wilayah izin usaha tambang. Dengan adanya PLTU MT akan membuat jumlah angkutan batubara menjadi lebih banyak, karena batubara kemungkinan akan tetap diangkut dari tambang ke PLTU memakai truk. Jadi mulut tambang di sini tidak berarti sumber batubara berada dalam satu kawasan dengan pembangkit. Dampak dari rencana pembangunan PLTU MT yang dikhawatirkan di masa depan adalah adanya deretan lubang tambang batubara, hingga masalah angkutan batubara menjadi ancaman serius bagi warga Jambi. Jika masalah ini dibiarkan terjadi, maka generasi masa depan Jambi hanya akan diwarisi dengan kerusakan lingkungan. 

Foto: Melvinas Priananda/Trend Asia


PLTU Jambi untuk Siapa?

Download - PDF