Ekonom senior Faisal Basri mengajak publik untuk ramai-ramai boikot bank yang masih memberikan utang ke perusahaan tambang batu bara.

 

Menurutnya, bank yang masih memberikan pinjaman untuk proyek energi kotor tidak berkomitmen mewujudkan ekonomi hijau, di mana seharusnya bank sudah beralih memberikan pinjaman untuk pengembangan energi bersih.
“Boikot itu adalah hak sipil, seperti mogoknya para buruh, Itu hak untuk (boikot) coal. Kami tidak diam, kalian merusak kami, jadi jangan takut,” kata Faisal dalam diskusi Green Finance: Tren Global dan Arah Lembaga Keuangan Nasional yang disiarkan di YouTube Trend Asia, Selasa (20/4).
Menurut dia, publik berhak melakukan boikot karena uang yang dipinjamkan ke perusahaan batu bara adalah uang publik alias dana masyarakat yang disimpan di bank.
Faisal sendiri menyadari, jika aksi ini dilakukan, dirinya akan direpotkan. Salah satunya, anggapan publik yang tak suka dengan menganggap para pemrotes tidak nasionalis, sebab bank-bank asing lebih memiliki komitmen kuat untuk tidak lagi memberikan pinjaman ke perusahaan tambang batu bara.

 

Foto: Ema Fitriyani/kumparan