Sejumlah LSM pemerhati lingkungan merekomendasikan pemerintah untuk mencabut dan membatalkan rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

JAKARTA — Kepala Departemen Advokasi Eksekutif Nasional Walhi Zenzi Suhadi mengatakan kawasan yang direncanakan menjadi ibu kota baru di Kalimantan Timur merupakan kawasan yang tidak bebas dari bencana. Hasil kajian sejumlah LSM lingkungan selama tiga bulan menyebutkan lokasi calon ibu kota baru rawan terjadi kebakaran hutan, gempa bumi, dan tsunami. Adapun LSM yang melakukan kajian antara lain yakni Jatam, Walhi, Trend Asia dan Forest Watch Indonesia.

Kendati demikian, menurut Zenzi, belum ada kajian detail tentang mitigasi bencana di lokasi calon ibu kota.
“Kaltim ini tidak lepas juga dari risiko bencana. Baik itu gempa, tsunami, maupun kebakaran hutan. Sepanjang 2018 kami mencatat ada 3.028 hotspot di Kalimantan Timur. Artinya alasan memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kaltim untuk mengurangi beban Jakarta dan menghindarkan istana dari bencana itu tidak bisa diterima,” jelas Kepala Departemen Advokasi Eksekutif Nasional Walhi Zenzi Suhadi di Jakarta, Senin (18/12).

More stories on…