Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) dan Trend Asia meluncurkan laporan Bencana yang Diundang dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana. Laporan itu menemukan bahwa ratusan proyek industri ekstraktif atau tambang dibangun di daerah risiko bencana gempa, tsunami, longsor, dan banjir.

“Kami menemukan izin pertambangan, 131 di antaranya berada di kawasan risiko gempa bumi dengan luas 1,6 juta hektare atau setara dengan setengah luas Belgia,” kata Direktur Program Kampanye Trend Asia Ahmad Ashov Birry dalam konferensi pers, Selasa, 27 April 2021.

Laporan tersebut menemukan ada 2.104 konsesi pertambangan di seluruh Indonesia berada di kawasan berisiko tinggi bencana banjir, yakni seluas 4,5 juta hektare atau setara dengan luas negara Swiss.

Cerita selengkapnya…